Jul 8, 2017



Bentuknya memang out of date banget alias kuno. Namanya Fanbo Gold Deluxe Compact Powder. But don't judge a book by it's cover, karena bedak oma-oma ini merupakan salah satu produk favorit saya.

Si kotak janur kuning ini bahkan sudah kotak kedua, lho. Yang dulu saya beli tetap dari series Gold, namun bukan yang deluxe, jadi bentuk kemasannya bukan kotak melainkan bulat. Namun dari warna kemasan hingga tekstur dan wangi produk menurut saya sama saja dengan kemasan kotak yang saya miliki sekarang.


Awal beli yang kemasan bulat sungguh tidak direncanakan. Waktu itu saya enggak ada niat untuk beli bedak, juga enggak pernah tertarik untuk beli bedak Fanbo sebelumnya. Di section kosmetik di toko dekat rumah saya, deretan bedak Fanbo ini pun di  taruh dalam etalase paling bawah jadi sedikit banget kemungkinan untuk di-notice sama orang-orang yang lagi lihat-lihat. Mungkin bedak ini memanggil saya dari sudut etalase sampai saya 'terpanggil' untuk menengok sedikit ke arahnya (cielah).

Waktu saya minta mbak-mbaknya untuk ambil bedak itu awalnya saya ragu buat beli. Dos-nya di segel plastik, jadi saya tidak bisa lihat-lihat warnanya. Satu-satunya petunjuk apa warna bedak yang akan saya pilih adalah dari nama dan nomor bedak di belakang kemasan, which is sama sekali enggak banyak membantu. Karena mbak-mbaknya juga bukan sales Fanbo, dia juga tidak bisa menjelaskan banyak. Akhirnya dengan clueless (sama seperti mbak penjaga yang juga clueless gimana cara merajuk agar saya jadi membeli bedak itu), saya mencoba peruntungan dengan membeli yang nomor 4 dengan nama Janur Kuning, berharap warna ini nantinya cocok di kulit saya.

 
Beruntunglah, ternyata setelah dicoba warnanya cocok dengan saya, tidak terlalu coklat pun juga tidak terlalu terang seperti yang saya takutkan. Sejak pertama beli, saya tau bedak dengan kemasan jadul ini juga pasti memiliki wangi yang khas ibu-ibu jaman dulu, dan benar saja, wanginya persis seperti yang saya pikirkan. Bukannya mengganggu, wanginya justru membuat saya jadi teringat pada nenek saya.

Warna bedak cocok di tangan saya
Yang bikin saya suka dengan bedak ini selain warnanya yang pas di saya, formula bedaknya juga bikin wajah saya tetap terlihat segar bahkan sampai berjam-jam setelahnya. Dulu daerah hidung yang biasanya paling rentan hilang bedaknya, tapi hal itu tidak terjadi saat saya pakai bedak ini. Mungkin karena kandungan corn starch-nya, jadi minyak di kulit di bagian yang rentan itu terserap olehnya.
Deskripsi dan ingredients produk
Wajah saya setelah 5 jam pemakaian
Karena sudah kadung cocok, setelah kemasan pertama habis, saya memutuskan beli lagi, tapi kali ini saya membeli yang kemasan kotak. Seperti yang saya bilang, baik yang kemasan bulat maupun kemasan kotak keduanya memiliki formula dan wangi yang sama. Yang membedakan adalah kemasannya saja. Yang kotak lebih ramping dan lebih kokoh dari yang kemasan bulat. Keduanya juga dilengkapi dengan cermin bulat yang lumayan besar.

Untuk harga yang murah, produk ini sudah membuat saya menyukainya. Untuk pemakaian sehari-hari, saya rasa produk ini sudah cukup memuaskan. Saya sendiri ketagihan dan suka banget dengan bedak ini. Bahkan kalau kemasan kedua ini habis, sudah dipastikan saya pasti bakalan beli bedak ini lagi. :)

Price: Rp 15.300

Plus side:
+ Murah meriah!
+ Tekstur dan formula bedak cocok di kulit sensitif saya (sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kemerahan, salah satu reaksi alergi kalau kulit saya tidak cocok dengan suatu produk)
+ Menyerap minyak (terutama di area hidung saya)
+ Bedak tahan lama, bahkan seharian penuh (pagi hingga malam) beraktivitas di dalam ruangan saya cuma perlu touch up dua kali saja
+ Kemasan dilengkapi cermin yang cukup besar
+ Bentuk kemasan ringkas dan kokoh

Minus side:
- Sejauh ini, menurut saya tidak ada hal yang tidak saya suka dari produk ini, kecuali warna kemasannya yang berwarna coklat (mengingatkan saya pada seragam pramuka)
- Bagi sebagian orang, wangi bedak ini mungkin mengganggu, tapi buat saya wanginya sama sekali bukan masalah.

Rate: 4.5/5

Jul 5, 2017


Saya memiliki problem bibir yang suka kering. Kondisi ini seringkali bikin saya sebal sendiri. Yang memiliki problem bibir kering tau, dong, keselnya gimana? Ketika mengaplikasikan lipstick pas bibir lagi kering-keringnya bikin tampilan kelihatan enggak rapi. Apalagi kalau pas bibir kering banget, ada temen yang lagi ngelawak dan ngocol bukan main, bisa-bisa bibir kering jadi enggak sengaja terluka pas lagi ngakak-ngakaknya. Pokoknya, bibir kering merupakan salah satu enemy terbesar saya!

Selain Sensatia Botanicals Cocoa & Honey Lip Bliss ternyata ada satu lagi produk lip balm yang menurut saya cocok untuk mengatasi bibir kering saya, yaitu Nivea Soothe & Protect Lip Balm SPF 15 ini.

Siapa, sih, yang enggak tau produk Nivea? Sejak kecil saya sudah akrab dengan produk Nivea karena mama dan tante saya suka pakai produk-produk Nivea. Untuk lip balm, saya baru pertama kali ini mencoba karena waktu pengen beli, stok lip balm saya masih banyak. Jadilah saya urungkan terus niat beli lip balm nivea ini, sampai suatu hari waktu lagi hangout sama temen (ke supermarket!), saya tergiur lagi untuk membelinya.


Ukuran kemasannya lumayan besar, 4,8 gr. Saya beli yang varian soothe and protect dengan spf 15. Awalnya saya tertarik beli yang strawberry shine, tapi akirnya saya comot yang soothe and protect karena ada spf-nya.

Untuk teksturnya, lip balm ini berbentuk padat dan berwarna cream susu. Setelah coba di pulas, lip balm ini tidak membuat kesan bibir seperti habis makan mie goreng. Pokoknya, ini mungkin yang dinamakan cinta pada pulasan pertama! Lip balm ini sama sekali enggak bikin bibir berminyak tapi dengan teksturnya yang ringan (tanpa efek berminyak yang nyebelin itu) malah sudah bisa bikin bibir lembab dan hebatnya juga mengatasi bibir kering saya. Bibir saya jadi terlihat lebih sehat dan lembab. Suka, deh, pokoknya!


Setelahnya, lip balm ini enggak pernah ketinggalan dan selalu ada di tas saya. Biasanya saya selalu pakai lip balm ini saat beraktifitas, saya juga menggunakannya sebelum pakai lip tint atau sebelum pakai lipstick matte agar bibir lebih terjaga kelembabannya. Karena sudah kadung suka, tentu saja, kalau lip balm ini habis saya bakalan repurchase lagi!

Price: Rp 16.800

Plus Side:
+ Melembabkan dan melembutkan bibir
+ Tidak membuat bibir terlihat berminyak
+ Mengatasi bibir kering
+ Mengandung SPF 15
+ Murah!
+ Awet dipakai

Minus Side: Nothing at all!

Rate: 5/5

Jul 3, 2017


Saya boleh dikatakan orang yang suka banget coba-coba produk lokal. Enggak tau kenapa, di mindset saya produk lokal enggak selalu kalah kok dari produk luar negeri. Salah satunya, produk Viva Cosmetics yang sudah tidak asing lagi buat perempuan Indonesia. Meski harganya miring banget, hampir sebagian besar produknya cocok di saya.

Nah, berhubung saya dominan cocok sama produk Viva, saya jadi tertarik buat coba produk satu ini, namanya Viva Whitening Cream. Awalnya agak ngeri juga sama namanya yang 'to the point' yang artinya sudah pasti krim ini untuk membantu menyamarkan noda alias memutihkan kulit. Ditambah harganya yang luar biasa miring untuk produk whitening bikin saya awalnya ragu untuk beli sampai suatu ketika saya akhirnya menyerah sama rasa penasaran saya.




Untuk kemasannya, Viva Whitening Cream ini berbentuk tube ukuran 15 gr yang super mini seukuran dengan Viva Acne Gel, tapi bedanya yang ini tube- nya berwarna putih dengan tutup ulir berwarna biru tua dengan pita berwarna emas. Whitening cream ini dijual dengan dos berwarna putih yang polos dengan tulisan 'straight forward'-nya itu. Benar-benar sederhana.


deskripsi dan ingredients produk (klik gambar untuk memperbesar)

Pada bagian belakangnya dijelaskan kalau whitening cream ini mengandung natural whitening complex agent yang di klaim dapat menyamarkan flek dan noda hitam di wajah.



Tekstur krimnya seperti salep putih yang kental sekali sampai-sampai agak susah dikeluarkan dari corongnya. Krimnya berbau wangi yang menurut saya seperti wangi air mawar Viva dan terasa sejuk setelah diaplikasikan. Saya awalnya pakai di luka bekas jerawat saya, tapi karena jerawat saya belum kering betul, akhirnya saya hentikan dulu pakai whitening cream ini takut kalau nanti malah menimbulkan reaksi break out di jerawat saya yang baru habis radang itu. Setelah cukup kering saya coba pakai lagi. Menurut saya efeknya tidak terlalu kentara. Noda bekas jerawat saya memang mulai tersamarkan tapi untuk flek-flek sepertinya krim ini tidak memberikan perubahan apapun di kulit saya. Menyamarkan bekas lukanya juga tidak instan, butuh sekitar seminggu rutin memakainya baru mulai terlihat hasilnya perlahan, dan menurut saya itu normal dan sudah cukup baik.

After all, saya tidak kecewa dengan produk ini tapi juga tidak impressive. Tapi kalau dilihat dari harga yang miring dan kemampuannya yang cukup berhasil menyamarkan bekas jerawat, sepertinya produk ini sudah cukup bagus, kok.

Price: Rp 10.000

Plus side:
+ Murah
+ Aman, tidak menimbulkan tanda-tanda ketidakcocokan seperti breakout di kulit wajah saya
+ Slow but sure dalam menyamarkan noda-noda di wajah seperti misalnya bekas jerawat
+ Ukuran mungil yang enak dibawa-bawa

Minus side:
- Tidak mampu menyamarkan flek-flek seperti klaim produknya

Rate: 2.5 / 5

sumber gambar: wikipedia
Siapa yang tak tau buku fenomenal ini? Begitu banyak tokoh-tokoh yang menganggap buku fiksi ini begitu inspirasional. Sebut saja, Bill Clinton, Madonna, Will Smith, terakhir dalam acara Oprah, Pharrell Williams juga menyebutkan bahwa buku ini telah mengubah cara pandangnya dan juga mengubah hidupnya.

Bercerita tentang seorang bocah penggembala yang bernama Santiago, mengembara jauh dari yang pernah ia bayangkan setelah mengalami mimpi aneh sebanyak dua kali yang ceritanya sama persis. Mimpi itu juga yang kemudian mendorongnya untuk pergi mengembara jauh dari daerah asalnya di Andalusia sampai ke Piramida di Mesir untuk mencari harta karun yang tergambar dalam mimpi anehnya, lalu dalam perjalanannya ia juga belajar menemukan Legenda Pribadinya -panggilan jiwanya, tentang bahasa universal di dunia ini yang menuntunnya melalui pertanda dan firasat, serta menemukan cinta sejatinya di Oasis; seorang wanita muda bernama Fatima.

Buku ini mengajarkan banyak hal, bahkan hal-hal kecil yang kita tidak pahami atau tidak kita perhatikan sebelumnya namun ada di sekitar kita, dan ada di dalam diri kita sendiri. Salah satu kutipan favorit saya dan tampaknya juga merupakan kutipan yang disukai seluruh pembacanya adalah: "And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it."


sumber gambar: pinterest

Dunia akan membantumu ketika kamu yakin pada pilihan hatimu.

Kutipan itu menggugah hati saya dan hati banyak orang tentangnya. Ada satu bagian ketika kakek tua yang mengaku sebagai Raja Salem memberitahu Santiago tentang Legenda Pribadi. Tentang tukang roti yang dulunya memiliki keinginan untuk berkelana, namun memutuskan untuk membeli toko roti dan mengumpulkan uang dari berjualan roti dan hidup cukup tapi perlahan melupakan panggilan jiwanya untuk berkelana. Ia berakhir menua dan hanya ingin pergi ke Afrika  selama sebulan dan ia tidak lagi ingin berkelana. Atau tentang kisah penjual kristal yang sangat ingin ke Mekkah namun memilih terlebih dulu berdagang kristal untuk mengumpulkan uang untuk ke Mekkah, namun meskipun penjualan kristalnya baik dan ia kaya raya karenanya, ia tetap tidak pernah bisa pergi ke Mekkah karena ia tidak bisa meninggalkan kristal-kristalnya yang rentan rusak dan hilang. Contoh tadi terjadi pada kita juga di dunia nyata ini.

sumber gambar: pinterest

Coba pikirkan, kita memiliki legenda pribadi kita sendiri; sesuatu yang jiwa kita ketahui sejak awal, sesuatu yang membuat kita tidak takut punya mimpi, sesuatu yang menggerakkan kita tanpa rasa takut gagal, sesuatu yang membuat kita merasa antusias. Dalam perjalanan hidup kita seringkali diuji lalu akhirnya ragu terhadap legenda pribadi kita sendiri. Misal, seorang ingin menjadi penyanyi dan ia sadar kalau itu yang ia mau, namun ia memilih untuk bekerja kantoran terlebih dahulu. Ia menua dan menyerah bekerja sebagai pekerja kantoran dan hanya menjadi 'orang biasa' padahal kalau saja ia memilih memperjuangkan cita-citanya sebagai penyanyi, mungkin ia sudah menjadi orang terkenal saat ini.

Setelah kita dewasa, kita mulai meragukan harapan masa kecil kita lalu mulai memilih jalan yang memutar. Setelah tua kita sadar bahwa kita sudah menunda terlalu lama hingga semuanya menjadi terlanjur terlambat. Kita berakhir membiarkan diri kita menjadi orang biasa saja sementara kita bisa saja jadi luar biasa -dan juga bahagia.

Buku ini tampaknya akan selalu saya baca, akan selalu saya ingat kalimat-kalimatnya yang mengugah. Menurut saya buku ini adalah buah pemikiran yang hebat dan menginspirasi yang menyentuh lewat buaian kisah fiksi tentang seorang penggembala muda yang memiliki mimpi. Melalui Santiago, kita bisa berkaca tentang diri kita sendiri, membuat kita tertarik untuk kembali mencoba mengerti dan memahami apa sesungguhnya yang kita cari di dunia ini dan kembali memperjuangkannya.

sumber gambar: pinterest

Jun 28, 2017


Meskipun kulit saya bukan tipe yang sering berjerawat, namanya perempuan, saat hormon naik turun mau tidak mau wajah saya sesekali juga muncul jerawatnya. Tidak banyak memang, tapi mengganggu penampilan dan bikin saya tidak PD. Apalagi kalau muncul di daerah-daerah yang pertama kali dilihat orang, seperti pipi, jidat dan hidung! No!

Sekarang ini, entah kenapa, jerawat juga sering sekali muncul di sekitar alis saya, dan itu sakitnya bukan main! Apalagi waktu bikin alis, setiap kena tonjok ujung pensil alis itu rasanya ngilu dan bikin geregetan karena jerawat yang menonjol malah bikin bentuk alis jadi agak kurang beraturan (yang alisnya pernah jerawatan, tau sendiri, lah, ya..)

Syukurnya waktu main ke toko langganan ketemu acne gel ini. Sebenarnya, acne gel viva ini bukan lagi produk baru. Saya inget dulu, saya sempat bongkar-bongkar koleksi majalah jadul mama saya, dan saya menemukan iklan produk viva untuk perawatan kulit berjerawat, namanya viva acne lotion. Di iklan itu bentuk produknya kayak botol alas bedak khas produk viva, tapi botolnya berwarna biru. Saya kira, produk ini kemasan barunya dari si acne lotion yang saya lihat di majalah jadul punya mama saya itu, tapi saya lihat di website resmi viva cosmetics, produk acne lotion dan acne gel itu ternyata berbeda. Seperti yang saya bilang sebelumnya, untuk acne lotion itu kemasannya seperti botol foundation khas viva, kalau acne gel yang bentuknya tube dan ada tulisan triple action-nya. Walaupun begitu, menurut saya keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu memerangi jerawat.


deskripsi singkat dan ingredients-nya (klik gambar untuk memperbesar)

Nah, waktu melihat di rak, acne gel dan acne lotion ini juga diletakkan bersebelahan. Saya akhirnya memilih untuk beli si acne gel karena bentuk tube-nya saya nilai lebih praktis daripada acne lotion dengan bentuk botol yang mulut botolnya besar itu.

tekstur gel dan dingin saat dibaurkan di kulit

Tekstur produk ini seperti namanya, bentuknya gel dengan warna bening agak keruh. Baunya seperti bau obat antiseptik, dan saya suka baunya. Sama sekali tidak mengganggu sekalipun untuk kalian yang tidak suka bau khas obat antiseptik karena lama kelamaan baunya juga akan hilang sendiri. Cara pakainya, cukup totolkan sedikit lalu usap gel ini di bagian yang berjerawat. Ketika dibaurkan, gel terasa dingin di kulit dan tidak bikin kulit kering. Ajaibnya setelah satu hari, jerawat yang tidak sampai meradang atau jerawat-jerawat kecil bisa langsung mengering. Kalau jerawat agak besar butuh beberapa hari pemakaian sampai radangnya hilang dan jerawatnya mengempis dan mengering sendiri.

Kebetulan, sebelumnya adik saya juga sudah pernah pakai produk itu dan menurut dia produk ini ampuh untuk mengurangi jerawat di wajahnya. Saya sendiri pertama kali mencoba di dagu dan pipi saya yang beberapa waktu lalu muncul jerawat kecil, dan seperti yang saya bilang, esok harinya jerawat-jerawat kecil itu sudah kering! Jerawat menyakitkan di ujung alis saya juga akhirnya berhasil kering setelah rutin tiga atau empat hari saya usapkan acne gel ini.

Untuk produk lokal, produk ini sama sekali enggak kalah, kok sama produk luar sejenis. Kalian bisa coba sendiri. Saya dan adik saya sudah membuktikannya dan sama sekali tidak kecewa. Overall, saya bisa bilang kalau produk ini worth to try banget dan bisa menyandang gelar a new hero, deh, buat yang lagi jerawatan! Produk ini juga jadi bukti, kalau produk dalam negeri juga oke, kok, jadi, cintailah produk dalam negeri, ya!

Price: Rp 8.500 - Rp 10.000 untuk tube 15gram.

Plus side:
+Affordable banget!
+Efektif banget untuk mengatasi jerawat
+Praktis karena tube mungilnya bisa dibawa dan diselipkan dalam tas, jadi mudah dibawa kemana-mana
+Pemakaiannya super duper irit, karena pakainya sudah cukup hanya dengan setitik kecil saja

Negative side: Buat saya, enggak ada!

Rate: 5/5

Jun 24, 2017



I know, it's so 2015 things, tapi produk ajaib ini rupanya masih hangat diperbincangkan dimana-mana, terutama di Indonesia. Semenjak produk micellar water muncul ke permukaan, produk dari Garnier ini seakan-akan turut menggema juga. Saya lihat produk ini di mana-mana sejak awal kemunculannya, terutama di youtube. Beauty vloger luar negeri juga sudah banyak yang jatuh cinta sama produk ini, sebut saja Estee Lalonde. Di video haul-nya, dia pasti beli produk ini dan dari videonya juga saya jadi kenal produk ini lalu jadi tertarik mencoba.

deskripsi produk dan ingredients (klik gambar untuk memperbesar)
Bagi yang belum tau (walaupun semua sudah pasti tau, sih) dilansir dari Huffington Post, micellar water itu adalah soft water yang didalamnya terkandung micelles (bola-bola berukuran super duper kecil yang berguna dan efektif untuk membersihkan molekul minyak.

Micellar water ini kayak air sabun. Kalau di kocok, air di dalam kemasan akan terlihat menggelembung-gelembung alias berbusa. Dulu saya juga enggak percaya kalau 'air sabun' ini sebegitu hebatnya sampai semua orang bisa bilang produk ini ajaib. Awalnya saya pikir "Ah, cuma air sabun, mah." Tapi semua berubah ketika saya coba sendiri dan akhirnya mengambil kesimpulan yang sama. Asli, memang Garnier Micellar Cleansing Water ini ajaib!

Kenapa saya dan banyak orang bilang produk ini ajaib? Itu karena produk ini bisa benar-benar membersihkan dengan hanya beberapa kali usap saja, dan tidak udah di bilas lagi. Untuk kulit dan bibir misalkan, saya hanya perlu mengusap-usap permukaan kulit saya dengan kapas yang sudah dibasahi dengan micellar water ini dan all the make up is gone, pindah ke kapasnya. Nah, kalo riasan mata, terutama mascara yang nemplok, bersihinnya mungkin harus agak di gosok sedikit agar mascaranya benar-benar bersih. Tapi percaya deh, gosoknya juga enggak harus keras-keras mascaranya sudah hilang. Sama sekali tidak merepotkan. Bersihin make-up juga tidak lagi menyakitkan dan tidak lagi lama.

lipstick sebelum dibersihkan dengan micellar water
Noda lipstick juga sangat mudah dibersihkan. Untuk lipstick biasa (bukan matte) saya cuma mengusapnya (bukan di gosok) sebanyak dua kali saja dan lipsticknya sudah benar-benar hilang.

setelah dibersihkan dengan micellar water (nothing left!)

Setelah dibersihkan, wajah juga tidak kering. Malah sebaliknya, jadi lembab. Bagusnya kalau lagi malas atau kalau keadaan urgent yang memaksa bersihin mukanya mesti buru-buru, micellar water ini bisa diandalkan karena selain bersihinnya kilat juga enggak usah di bilas lagi.

Kulit wajah saya rentan merah-merah kalau enggak cocok dengan suatu produk, makanya saya pilih micellar water yang untuk kulit sensitif, yang warna tutup botolnya pink. Sejauh ini, produk ini tidak menimbulkan redness di saya yang berarti produk ini cocok untuk kulit sensitif saya. Nah, kalau kalian termasuk memiliki tipe kulit berminyak dan berjerawat, pilih kemasan yang warna tutupnya biru, ya.

Overall,  I am in love with this product!

Price: Rp 28.000 untuk botol ukuran 125 ml.

Plus side:
+ Affordable
+ Bersihin make-up sangat cepat dan mudah
+ Efektif membersihkan dan mengangkat kotoran
+ Setelah dibersihkan kulit jadi lembab dan segar
+ Praktis dan simple
+ Cocok untuk kulit sensitif saya

Negative side: Tidak ada!

Rate: 5/5

Jun 23, 2017



Saya beli masker ini dua bulan yang lalu karena enggak tau kenapa saya kecantol di counter kosmetik Zoya, padahal saya enggak lagi pengen cari apa-apa. Sebenarnya, sih, pengen cari nail polish Revlon warna Teak Rose, tapi berhubung stocknya lagi kosong jadilah saya muter-muter di toko kosmetik dari counter ke counter. Mbak-mbak di sana nanyain, mau cari apa. Saya awalnya cuma bilang mau lihat-lihat doang, sampai mata saya tertuju sama masker ini.



Kemasannya asli sederhana banget. Tube-nya transparan, jadi cairan di dalamnya bisa kelihatan dari luar. Satu-satunya yang bikin saya tertarik di awal mungkin karena ada tulisan apricot and milk sebagai komposisi yang di tonjolkan. Terus warna maskernya juga menarik, warnanya soft, pokoknya menggambarkan warna apricot mix milk gitu. Makanya saya minta mbaknya ambilin testernya untuk saya lihat dulu. Dan ternyata saya juga suka sama wanginya. Saya coba oles sedikit di tangan dan menurut saya sensasinya dingin di kulit, which is saya suka banget! Tanpa pikir apa-apa lagi jadilah saya beli satu dan langsung ke kasir. Begitulah wanita (terutama orang seperti saya ini) maunya beli apa, pulangnya bawa apa.. ;(

deskripsi produk dan ingredients-nya

First impression waktu pertama pakai sih, masih sama: saya suka wanginya meskipun cenderung menyengat di hidung setelah saya aplikasikan full di wajah dan tapi saya tetap suka sensasi dingin di kulit saat masker ini dipakai. Tapi ternyata warna apricot milk yang saya suka itu setelah diaplikasikan ke wajah malah enggak terlihat lagi warnanya. Di wajah, masker ini cenderung terlihat bening biasa. Teksturnya lengket seperti lem cair dan perlahan-lahan akan mulai mengeras setelah diaplikasikan ke kulit. Setelah pakai sekitar dua puluh menitan bisa langsung di peel off.

tekstur masker seperti lem

Nah, saat di peel off, memang bikin kulit terasa agak perih, jadi harus pelan-pelan dikelupasnya. Buat saya juga produk ini agak susah di bersihkan karena masker ini gampang putus di tengah pas di kelupas, jadi harus lama ngelupasin satu per satu. Mungkin saya mengaplikasikannya kurang tebal, jadi agak susah peel off nya. Biasanya kalau ada sisa-sisa masker yang enggak terkelupas dan ketika saya sudah bosen banget ngelupasin satu per satu, saya pilih langsung cuci muka aja.

after di peel

Setelah di pakai memang kulit jadi terlihat segar dan bersih, tapi untuk jangka panjang tidak ada efek yang berarti buat saya. Tapi untuk pemakaian mingguan, masker ini masih termasuk oke, kok, untuk mengangkat kulit mati sekaligus menutrisi.

Dari harga, zoya peel off mask apricot & milk ini saya beli sekitar 25 ribu rupiah, dan menurut saya termasuk normal untuk ukuran masker peel off. Oh iya, masker ini selain apricot & milk ada juga varian seaweed & aloe vera untuk kulit normal cenderung berminyak. Kalau kalian punya jenis normal cenderung kering seperti saya, kalian bisa coba yang varian apricot & milk seperti yang saya coba.

Price: Rp 25.000,- (Berbeda di setiap tempat, tapi setau saya tidak sampai 30 ribuan)

Plus side:
+ Affordable 
+ Hasil setelah pemakaian bersih dan segar
+ Sensasi dingin di kulit saat dipakai
+ Suka wanginya (tapi cukup menyengat buat yang agak sensitif sama bau-bauan. Bisa jadi wanginya justru jadi deal breaker buat beberapa orang but for me it's not a big problem)

Negative side:
- Tidak ada efek jangka panjang yang terlihat
- Agak sulit dibersihkan
- Kulit terasa agak perih saat masker dikelupas

Rate: 3/5
Powered by Blogger.